Pesona Lembah Harau

Standard

Lembah Harau

Minangkabau tidak hanya dikenal sebagai satu-satunya kebudayaan yang menganut sistem matrilineal di nusantara, akan tetapi juga dikenal sebagai daerah yang menyimpan banyak destinasi wisata. Banyak alasan mengapa negeri Bundo Kanduang ini menjadi destinasi wisata yang harus dikunjungi, di antaranya adalah karena kelezatan dan keberagaman kuliner serta keelokan alamnya.

Salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata di daerah ini adalah Lembah Harau, sebuah tempat yang telah dinobatkan menjadi Taman Wisata oleh pemerintah setempat. Lembah Harau terletak di Luhak Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sekitar 15 KM dari kota Payakumbuh atau 47 KM dari kota Bukittinggi.

Menurut cerita rakyat yang berkembang di daerah sekitar Lembah Harau, lembah seluas 270,5 hektar ini dahulu kala adalah bagian dari lautan. Dalam cerita-cerita itu dikisahkan bahwa dahulu ada sebuah keluarga kerajaan yang berlayar dari daratan Asia ke daerah Nusantara ini. Ketika sampai di Pulau Perca (Andalas, Sumatera) mereka terdampar di sebuah selat kecil karena perahu mereka tertahan oleh akar-akar pohon yang menjuntai hingga ke selat itu. Agar perahu tidak karam, kapal itu ditambatkan pada sebuah batu. Batu itu kemudian dinamakan Batu Tambatan Perahu. Hingga sekarang, kalau anda sempat berkunjung ke Lembah Harau, anda bisa melihat batu bersejarah ini.

Ketika keluarga kerajaan dengan satu orang anak mereka yang bernama Puti Sari Banilai itu kebingungan mencari tempat berlindung, datanglah masyarakat setempat menyelamatkan mereka dan membawa kepada Raja di daerah itu. Karena kebaikan Raja di daerah Lembah Harau itu, Puti Sari Banilai beserta ayah dan ibunya bisa selamat. Karena merasa berhutang budi, orang tua Puti Sari Banilai menikahkan anak mereka dengan anak Raja setempat yang bernama Rambun Paneh.

Namun pernikahan itu menjadi biang bencana, karena sebelum berlayar sebenarnya Puti Sari Banilai sang putri raja sudah mengikat janji dengan kekasihnya yang bernama Bujang Juaro. Sebelum berlayar mereka berjanji untuk sehidup semati. Salah satu yang mengingkari janji mereka akan terkena sumpah. Sumpah mereka adalah kalau Puti Sari Banilai berpaling kepada lelaki lain, Puti Sari Banilai akan berubah menjadi batu. Sementara itu kalau Bujang Juaro yang berpaling kepada perempuan lain ia akan menjadi ular.

Singkat cerita, Puti Sari Banilai menikah dengan Rambun Paneh. Pernikahan itu dikarunia seorang anak lelaki yang tampan. Suatu hari anak Puti Sari Banilai itu sedang bermain, lalu mainan anak itu terjatuh ke dalam laut. Si Ibu, Puti Sari Banilai melompat ke laut itu untuk mengambil mainan anaknya. Saat itu serta merta ombak menghempaskan Puti Sari Banilai ke celah batu. Dalam keadaan seperti itu dia teringat akan janjinya dengan Bujang Juaro, dia sedih dan minta ampun kepada Tuhan karena telah melanggar sumpahnya dengan Bujang Juaro. Saat itu dia meminta kepada Tuhan agar lautan itu kering hingga kelak orang-orang bisa mengenangnya. Tuhan mengabulkan permintaan Puti Sari Banilai, Laut seketika menjadi surut sehingga terhamparlah sebuah lembah yang luas. Sementara itu Perlahan tubuh Puti Sari Banilai berubah menjadi batu. Begitulah cerita orang-orang tentang asal usul Lembah Harau itu. Saat ini batu yang konon kabarnyan adalah tubuh Puti Sari Banilai bisa dijumpai di kawasan Lembah Harau, yang telah resmi menjadi Taman Wisata pada tahun 1979.

Walaupun baru ditetapkan menjadi Taman Wisata pada tahun 1979, akan tetapi Lembah Harau sudah menjadi tujuan wisatawan, baik dari dalam atau luar negeri sejak sebelum kemerdekaan. Hal itu dibuktikan oleh sebuah monumen peninggalan yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta. Monumen bertahun 1926 itu merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak zaman dulu.  Pada monumen itu tertera tandatangan Asisten Residen Belanda di Lima Puluh Kota saat itu, F. Rinner dan dua pejabat Minangkabau, Tuanku Laras Datuk Kuning dan Datuk Kodoh Nan Hitam.

Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau itu terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi. Selain itu juga terdapat sejumlah binatang langka asli Sumatera seperti Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis). Monyet ekor panjang itu merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini. Hewan ini jinak dan suka bermain dalam kerumunan pengunjung.

Binatang lainnya yang hidup di suaka margasatwa ini adalah Siamang (Hylobatessyndactylus), Simpai (Presbytis melalopos), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Beruang (Helarctos malayanus), Tapir (Tapirus indicus), Kambing Hutan (Capriconis sumatrensis) dan Landak (Proechidna bruijnii). Selain itu juga terdapat berbagai jenis burung seperti burung Kuau (Argusianus argus) dan Enggang (Anthrococeros sp).

Lembah Harau tidak sekadar menyimpan keindahan alam saja, tetapi juga memeliki empat air terjun yang memesona yaitu Sarasah Aia Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan Sarasah Aie Angek. Pada Sarasah Aie Luluih, terdapat pemandangan alam nan indah, dimana pada air terjun ini, air mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Pada Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi diterpa sinar matahari siang. Karena hal itu pulalah dinamakan Sarasah Bunta. Sedangkan pada Sarasah Murai, pada siang hari di air terjun ini sering kali dijumpai burung murai mandi sambil memadu kasih. Karena hal itu masyarakat menamakan Sarasah Murai . Sementara itu pada Sarasah Aie Angek yang artinya air terjun air panas, dinamakan sedemikian karena daerah itu memiliki sumber mata air panas. (Azwar Sutan Malaka)

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s