Monthly Archives: May 2015

LOMBA ESAI BUDAYA DAMAI 2015

Standard

ESAI-724x1024

Ketentuan Umum Lomba Esai Budaya Damai 2015:
1. Lomba ini bebas biaya pendaftaran.
2. Peserta adalah warga negara Indonesia.
3. Peserta berusia 18 sampai 26 tahun.
4. Karya yang dibuat adalah hasil karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan.
5. Mengisi surat pernyataan keaslian karya.
6. Hasil karya komik tidak boleh melanggar hak cipta orang atau lembaga lain.
7. Konten komik tidak boleh menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan).
8. Seluruh karya yang masuk serta hak publikasi dalam bentuk apapun akan menjadi milik panitia, dan hak cipta tetap milik peserta lomba
Hadiah Pemenang Lomba Esai Budaya Damai 2015
1. Hadiah pembinaan terhadap peserta lomba untuk 50 orang, @ Rp 500.000,-
2. Hadiah Pembinaan Juara 1 per tema untuk 1 orang, @ Rp 7.500.000,-
3. Hadiah Pembinaan Juara 2 per tema untuk 1 orang, @ Rp 6.000.000,-
4. Hadiah Pembinaan Juara 3 per tema untuk 1 orang, @ Rp 3.500.000,-
Pendaftaran dan Pengiriman Naskah
Dapat dilakukan dengan cara :
1. Online melalui website http://www.indonesiaberkarakter.id
2. Dikirim melalui Pos ke Sekretariat Lomba Komik dan Esai Budaya Damai 2015 : Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai X Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270
Jadwal Pelaksanaan Lomba Komik Budaya Damai 2015
Pendaftaran online : 18 April – 30 Mei 2015
Batas Akhir Pengumpulan Karya : 30 Mei 2015
Penilaian : 1 – 29 Juni 2015
Pengumuman Pemenang : 30 Juni 2015
Pameran Karya Pemenang : 17 September 2015
INFORMASI LEBIH LANJUT
Untuk informasi lebih lengkap mengenai Lomba Komik dan Esai Budaya Damai 2015 dapat mengakses website http://www.indonesiaberkarakter.id atau dapat menghubungi Panitia melalui nomor telepon Desy (085878734041) atau Yoki (081393255967).

Advertisements

LOMBA KOMIK DAN ESAI BUDAYA DAMAI 2015

Standard

KOMIK-724x1024

Generasi muda sebagai penerus dan pelestari kebudayaan bangsa dalam menyikapi perkembangan teknologi yang lebih dahsyat, alih-alih memanfaatkan media baru, khususnya media sosial untuk hal yang konstruktif, justru seakan terjerembab ke dalam kehidupan instan yang serba konsumtif. Untuk mengeleminir dampak negatif dari fenomena media sosial ini, maka dalam rangka pembangunan karakter bangsa, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya pada tahun 2015 melaksanakan kegiatan Pengemasan Nilai Budaya dalam rangka Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan.
Salah satu aktivitas dari kegiatan ini adalah Lomba Komik dan Esai Budaya Damai Tahun 2015. Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam upaya melakukan fasilitasi generasi muda yang produktif dalam berkarya agar mencerminkan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia serta mendukung upaya internalisasi nilai budaya.

Ketentuan lomba ini adalah:
1. Lomba ini bebas biaya pendaftaran.
2. Peserta adalah warga negara Indonesia.
3. Peserta berusia 12 sampai 18 tahun.
4. Karya yang dibuat adalah hasil karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan.
5. Mengisi surat pernyataan keaslian karya.
6. Hasil karya komik tidak boleh melanggar hak cipta orang atau lembaga lain.
7. Konten komik tidak boleh menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan).
8. Seluruh karya yang masuk serta hak publikasi dalam bentuk apapun akan menjadi milik panitia, dan hak cipta tetap milik peserta lomba.
Hadiah Pemenang Lomba Komik Budaya Damai 2015
1. Hadiah Juara 1 untuk 2 orang, @ Rp 10.000.000,
2. Hadiah Juara 2 untuk 2 orang, @ Rp 7.500.000,
3. Hadiah Juara 3 untuk 2 orang, @ Rp 5.000.000,
4. Hadiah Juara Favorit untuk 2 orang, @ Rp 3.500.000,-
5. Hadiah untuk 50 komik terpilih, @ Rp 1.000.000,-

Pendaftaran dan Pengiriman Naskah Dapat dilakukan dengan cara :
1. Online melalui website http://www.indonesiaberkarakter.id
2. Dikirim melalui Pos ke Sekretariat Lomba Komik dan Esai Budaya Damai 2015 : Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai X Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270
Jadwal Pelaksanaan Lomba Komik Budaya Damai 2015
Pendaftaran : 18 April – 30 Mei 2015
Batas Akhir Pengumpulan Karya : 30 Mei 2015
Penilaian : 1 – 29 Juni 2015
Pengumuman Pemenang : 30 Juni 2015
Pameran Karya Pemenang : 17 September 2015

LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT 2015

Standard

poster-dll_Page_2-198x198

Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa” berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:
1. Cerita rakyat untuk anak
2. Cerita rakyat untuk umum
Ketentuan Umum:
1. Naskah cerita merupakan penulisan kembali karya orisinal perorangan yang belum pernah dipublikasikan dan bersumber pada cerita rakyat Indonesia.
2. Memfollow akun twitter @budayasaya dan fanspage FB kebudayaanindonesia
3. Cerita rakyat yang ditulis kembali diharapkan diambil dari cerita rakyat yang selama ini belum banyak digali.
4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan naskah 1(satu) judul.
5. Panjang naskah terdiri atas 10.000–15.000 kata (10–15 halaman) tanpa gambar/ilustrasi.
6. Naskah diketik di atas kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm.
7. Judul cerita bebas dan sesuai dengan inti cerita dan tema lomba. Cerita tidak mengandung SARA, pornografi, dan kekerasan.
8. Pendaftaran lomba dimulai tanggal 10 Juni 2015 dan ditutup tanggal 20 Agustus 2015 (stempel pos/jasa Kurir)
9. Naskah yang dilombakan menjadi milik Direktorat Internalisasi Nilai dan DiplomasiBudaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hak cipta tetap pada pengarang.
10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
11. Naskah dan fotokopi KTP/Kartu Pelajar peserta dikirim dalam bentuk softcopy ke alamat email kekayaanbudaya@gmail.com atau hardcopy ke alamat: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 10. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Telepon: (021) 5725047/5725564.

Hadiah Pemenang baik untuk kategori cerita rakyat untuk anak maupun cerita rakyat untuk umum yaitu:
• Juara I sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah),
• Juara II sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),
• Juara III sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),
• Harapan I sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah),
• Harapan II sebesar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah),
• Harapan III sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah),
• Enam hadiah hiburan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).

Ketentuan Khusus:
1. Pajak hadiah ditanggung pemenang
2. Dua belas finalis dari dua kategori diundang ke Jakarta untuk wawancara
3. Karya 12 terbaik akan diterbitkan dalam Katalog Pemenang Lomba.
4. Tim Juri terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan, akademisi, praktisi, media, dan bahasa.

Tahapan Kegiatan dan Jadwal
1. Publikasi Lomba Mei – Juni 2015
2. Pengiriman Naskah Juni – Agustus 2015
3. Seleksi Teknis Agustus 2015
4. Penilaian Naskah September 2015
5. Wawancara Finalis Oktober 2015
6. Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah Oktober 2015

Perlawanan Sastrawan dalam Cerpen Koran Indonesia

Standard
Perlawanan Sastrawan dalam Cerpen Koran Indonesia
Sampul Dialektika 1-1

Sampul Dialektika 1-1

PERLAWANAN SASTRA

DALAM CERPEN KORAN INDONESIA

Azwar

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tulisan ini membahas tentang perlawanan yang dilakukan oleh seorang sastrawan terhadap penindasan yang dilakukan kepada masyarakat tertindas. Sastrawan dalam hal ini adalah orang yang tercerahkan yang mewakili suara masyarakatnya. Kajian ini dilakukan terhadap sebuah cerpen berjudul “Safrida Askariah” karya Alimuddin seorang pengarang asal Aceh. Kajian atas karya ini menunjukkan bahwa ketika anggota kelompok yang tertindas mendapat akses kepada budaya media, perwakilan mereka sering mengutarakan pandangan alternatif tentang masyarakat dan menyuarakan persepsi yang lebih radikal. Dalam kajian ini juga terungkap bahwa sastrawan sebagai wakil kelompok tertindas melakukan perlawanan dengan menggunakan karya sastra sebagai “senjata”.

Keyword: Perlawanan Sastra, Kajian Budaya, Media

http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika/article/view/1415/1218

Didi Petet Meninggal Dunia

Standard
Didi Petet Meninggal Dunia

399px-Didi_Petet

Pamulang (15/5), Indonesia kembali kehilangan salah satu seniman terbaiknya, Didi Widiatmoko (58 tahun) atau yang lebih akrab dikenal dengan Didi Petet. Didi Petet mengembuskan nafas terakhir pada hari Jumat 15 Mai 2015.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf yang juga ayah penyanyi Sherina Munaf, mengatakan Didi Petet meninggal karena sakit yang dideritanya. “Beliau meninggal hari ini pukul 05.00 WIB karena sakit. Sepulang dari Milan, kira-kira tiga hari lalu, rupanya recovery-nya kurang baik,” kata Triawan.

Sementara itu Danaya, anak Didi Petet menjelaskan ayahnya meninggal di kediamannya di Jl. Bambu Apus No. 76, Kedaung Ciputat, Pamulang, Tangerang Selatan. “Pagi ini ayah meninggal, sekitar pukul setengah lima pagi. Tadi usai salat subuh, ayah mengeluh sesak napas, lalu ia ketiduran, dan setelahnya ia sudah tidak ada,” ujar Dayana.

Didi Petet wafat di usia 58 tahun. Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1956 itu menyumbangkan banyak karya untuk dunia perfilman Indonesia. Aktor serbabisa itu memerankan berbagai tokoh dalam film dan teater seperti Si Emon dalam Catatan Si Boy, Kabayan dalam  Si Kabayan,  Suwito dalam Pasir Berbisik.

Didi juga terjun ke dunia sinetron bahkan sinetron komedi, ketika dunia sinetron merebak seiring dengan maraknya stasiun televisi di tanah air. Didi juga banyak memerankan iklan-iklan untuk berbagai produk di televise Indonesia. Bahkan ia kemudian mendirikan sebuah Production House. Di samping itu, ia aktif dalam sejumlah pementasan teater, seminar tentang seni peran dan mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Ubud Writers and Readers Festival 2015

Standard
Ubud Writers and Readers Festival 2015

Dewan Kurator Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) mengumumkan 16 nama penulis terpilih dari Indonesia setelah proses seleksi selama tiga bulan terakhir. Para penulis akan disponsori untuk hadir di festival tahun ini yang akan berlangsung dari tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2015.

Mereka yang terpilih adalah Zaky Yamani (Bandung), Tia Setiadi (Yogyakarta), Rio Johan (Baturaja), Andina Dwifatma (Tangerang Selatan), Vinca Callista (Cimahi), Gunawan Tri Atmodjo (Surakarta), Norman Erikson Pasaribu (Bekasi), Raedu Basha (Sumenep), Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru), Leopold Adi Surya Indrawan (Denpasar), Jumardi Putra (Kotabaru), Dwi Ratih Ramadhany (Sampang), Adimas Immanuel (Surakarta),Tenni Purwanti (Garut), Achmad Fawaid (Probolinggo), Dedy Arsa (Padang).

“Kami senang dengan para penulis terpilih yang telah berhasil menunjukan karya berkualitas tinggi diusia relatif muda dan juga kemampuan dalam menyajikan gaya sastra berbeda. Hal tersebut akan memberikan pengalaman yang kaya untuk festival tahun ini dan kepada para pengunjung”, ujar seorang penyair Bali serta salah satu anggota dewan kurator, Ketut Yuliarsa. Anggota dewan kurator lainnya adalah Eka Kurniawan penulis novel Cantik itu Luka dan Man Tiger yang karyanya juga dialih bahasakan ke dalam Bahasa Inggris dan penyair terkemuka asal Makassar, M. Aan Mansyu.

Ubud WRF

http://www.ubudwritersfestival.com/id/

Para penulis dipilih melalui sebuah proses yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama seluruh karya yang masuk dibaca dan dipilih secara selektif, tahap kedua dari ratusan karya yang masuk disaring hingga menjadi 16 penulis Indonesia terpilih, keputusan diambil dalam pertamuan yang berlangsung akhir April kemarin. Sebanyak 595 penulis dari 168 kota di 25 provinsi berpartisipasi dalam proses seleksi tersebut.

“Kami melihat semakin banyak penulis muda Indonesia memiliki pengaruh kuat dari penulis internasional populer dalam karyanya, seperti Haruki Murakami dan Raymond Carver. Kami percaya bahwa internet memainkan peran utama dalam tren ini,” ujar Eka Kurniawan mengenai karya-karya yang masuk.Eka menunjukkan pengaruh ini tampak jelas dalam penggunaan bahasa yang lebih sederhana dan mudah, berbeda dengan ‘bunga-bunga’ Bahasa yang digunakan oleh para penulis terdahulu.

Bekerja sama dengan lembaga pembiayaan dari Belanda, Hivos, UWRF sejak 2008 telah mensponsori 15-16 penulis Indonesia setiap tahunnya untuk turut berpartisipasi dalam festival. Karya yang dipilih dari 16 penulis ini akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi tahunan UWRF. Program ini memberikan kesempatan langka kepada para penulis Indonesia untuk berbagi kata dan karya mereka dalam sebuah festival berskala internasional.

“Kami senang melihat pertumbuhan minat para penulis yang telah mengikuti proses seleksi, Hal tersebut menunjukan karunia bakat dari Indonesia yang dapat terus digali. Sejalan dengan misi kami untuk menunjukan talenta tersebut ke dunia, serta membantu kelanjutan dengan penerbit internasional untuk melihat bagaimana kami dapat membantu suara-suara baru dari Indonesia memasuki arena sastra global” ucap Janet DeNeefe selaku Pendiri dan Direktur UWRF.

Ubud Writers & Readers Festival akan berlangsung dari tanggal 28 Oktober – 1 November 2015 mengangkat tema 17.000 Islands of Imagination / Imajinasi dari 17.000 Pulau.

(Sumber http://www.ubudwritersfestival.com)

Makassar International Writers Festival 2015

Standard
Makassar International Writers Festival 2015

Lily Yulianti Farid, Direktur dan Pendiri Makassar International Writers Festival (MIWF) sebagaimana yang disampaikan lewat siaran persnya menyatakan bahwa MIWF yang kelima akan diselenggarakan pada tanggal 3-6 Juni 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam keterangan resminya itu Lily menyampaikan bahwa MIWF sebagai festival sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia bagian timur, akan menghadirkan para penulis dan pembicara terkemuka untuk berbagi pengalaman dan ide khususnya kepada masyarakat Makassar. Salah satu hal yang membedakan pelaksanaan MIWF tahun ini karena festival ini tidak lagi menjadi bagian program Pemerintah Kota Makassar, melainkan digelar sebagai festival yang independen.

Tema MIWF tahun ini terinspirasi dari Karaeng Pattingalloang, Perdana Menteri Kerajaan Gowa-Tallo di abad 17 yang terkenal karena minatnya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, kemampuannya menguasai sejumlah bahasa asing dan koleksi perpustakaan yang lengkap. Warisan Pattingalloang akan hadir di MIWF, yang disajikan melalui serangkaian diskusi panel, lokakarya, pembacaan karya, dan forum terbuka. MIWF juga menghadirkan forum bagi penulis untuk membahas perkembangan sastra Indonesia dan dunia.

banner-miwf-2015-637x337

Sumber: http://rumata.or.id/id/press/miwf-2015/

Sebagai pagelaran sastra sekaligus peristiwa budaya yang senantiasa ditunggu-tunggu di Indonesia Timur, dengan setiap tahunnya mencatat total lebih dari 5.000 partisipan, kami dengan hormat mengajak untuk mendukung dan dengan hangat mengundang Anda untuk turut andil dalam perayaan ini.

MIWF diselenggarakan oleh Rumata’ Artspace, komunitas seni independen dan berbasis masyarakat. Festival ini bertujuan untuk menyebarkan kecintaan terhadap sastra dan meningkatkan kebiasaan gemar membaca di kalangan masyarakat Indonesia (terutama generasi muda). Selama lima tahun, Rumata’ bekerja menjadikan MIWF sebagai panggung utama bagi sponsor dan para pendukung untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap inisiatif akar rumput dan pendidikan di kalangan masyarakat melalui festival penulis terbuka yang berlangsung empat hari.

Tim Kerja tahun ini telah memulai persiapan festival dan kami dengan senang hati membuka kesempatan kesempatan bagi Anda untuk mendiskusikan keterlibatan dan dukungan bagi MIWF edisi kelima tahun ini.Untuk berdiskusi lebih lanjut, jangan sungkan menghubungi kami via email: lilyyuliantifarid@gmail.com. Selain lewat surat elektronik tersebut, masyarakat yang ingin tahu lebih jauh tentang MIWF bisa berkunjung ke www.makassarwriters.com.