Menilai Kredibilitas Jurnalisme Warga

Standard
Menilai Kredibilitas Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga

Sumber Gambar: Kompasiana.com

Bagi sebagian orang barangkali media jurnalisme warga seperti Kompasiana dan beberapa media lainnya di Indonesia, dianggap tidak bermutu, tidak bisa dipercayai keakuratannya dan lain sebagainya yang bersifat negatif. Boleh jadi media seperti Kompasiana ini ditulis oleh oramng-orang yang bukan siapa-siapa dan kualitas tulisannya pun sangat tidak baik. Tapi kehadiran jurnalisme warga ini perlu diapresiasi karena setidaknya media ini bisa menjadi ruang public (public sphere) tempat warga menyampaikan berbagai hal terkait dengan apa yang mereka rasakan.

Ruang publik adalah tolak ukur kehidupan demokrasi dalam suatu negara. Ketika ruang publik di suatu negara berjalan dengan baik, hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di negara tersebut berjalan dengan baik. Oleh karena hal tersebut sepantasnyalah media-media seperti Kompasiana ini diapresiasi, bahkan sepantasnya masyarakat mendorong lahirnya media warga tidak hanya media online, tetapi bisa hadir dalam bentuk media televisi atau juga media cetak.

Tentang adanya warga yang bergabung dalam media warga seperti Kompasiana yang hanya merusak informasi, menyampaikan berita-berita berupa fitnah, menyampaikan hasutan dan lain sebagainya yang bersikap negatif, kita juga tidak memungkiri bahwa hal itu terjadi sebagai akibat dari ketidaksadaran masyarakat atas pentingnya informasi yang baik, benar dan bermanfaat.

Pun demikian dengan ditemuinya nama-nama palsu dengan berbagai tujuan, hal itu tidak harus membuat rendahnya nilai media warga di mata masyarakat. Seperti di Kompasiana, dari sekian ribu penulisnya, tidak selalu ada nama-nama yang perlu diragukan, tetapi ada juga penulis-penulis di Kompasiana yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Menyebut beberapa contoh seperti Iwan Piliang yang dikenal sebagai Citizen Reporter. Tentu sudah banyak orang yang mengenal Iwan Piliang, dia sudah menjadi Kompasianer sejak 17 January 2009 dengan 210 artikel dan 1339 tanggapan. Ada juga nama Faisal Basri, ekonom yang pernah menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan mengaku memiliki aktivitas mengajar, menulis, dan sesekali meneliti. Ada juga Kang Arul, Doktor dalam bidang Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada, Jogyakarta.

Dari paparan singkat di atas, penulis ingin menyampaikan bahwa tidak selalu jurnalisme warga tidak kredibel, walaupun semua orang bisa menulis di media ini. Jurnalisme warga seperti Kompasiana dan sejenisnya hadir sebagai bagian dari usaha memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi dan memberikan informasi. Kalaupun ada hal-hal negatif yang mengiringinya, sebaiknya ini menjadi perhatian kita bersama untuk mengurangi dampak negartif dari jurnalisme warga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s