Tuhan Kahlil Gibran (Bagian 2)

Standard
Tuhan Kahlil Gibran (Bagian 2)

gibran-kahlil-gibran

Bila kita lihat karya-karya Kahlil Gibran memang akan memunculkan kesan ambigu terhadap keyakinan Gibran. Dalam sebuah tulisannya Gibran pernah mengungkapkan bahwa dia menempatkan Yesus di sebelah hatinya, dan Muhammad pada belahan yang lainnya. Apa yang diungkapkan Gibran itu merupakan efek dari proses kreatifnya. Gibran membaca banyak buku karya Nietzsche, Derrida, Sartre, Plato dan tokoh pemikir dunia lainnya, bahkan dia mempelajari Bibel, Kitab suci Al-Quran dan hadist-hadist Nabi Muhammad. Dari pembacaannya inilah kemudian muncul kekagumannya pada dua tokoh agama besar saat ini, Nasrani dan Islam. Maka tak heran kalau kemudian dia menyandingkan Yesus dan Muhammad di hatinya. Hal ini bukan karena dia mencampur adukkan agama, tapi karena keintelektualannya mengambil manfaat dari apa yang dipelajarinya.

Kaitan apa yang disampaikan di atas dengan corak religiusitas lintas agama dalam karya Kahlil Gibran cukup jelas. Gibran menempatkan Tuhan semua manusia sebagai poros aktifitasnya. Kesan religiusitas lintas agama ini terlihat jelas dalam karya-karya Gibran. Ketika kita baca karyanya, maka tak heran bila Kahlil Gibran mengajarkan pada manusia untuk melihat keindahan di dalam ajaran Tuhan. Seperti dalam karyanya yang berjudul Trilogi Hikmah Abadi; Sang Nabi-Taman Sang Nabi-Suara Sang Guru.

“Jadikanlah keindahan sebagai agamamu dan hormatilah ia seperti memuja Tuhanmu, sebab keindahan adalah karya agung Tuhan. Percayalah kepada keindahan ilahiyah sebab itulah pujian awal terhadap kehidupan dan sumber dahaga kebahagiaan. (Gibran, 1999: 57)”

Dalam karyanya ini Kahlil Gibran mengakui sejujurnya bahwa keindahan adalah karya Tuhan. Gibran, sebagaimana yang kita tulis dari awal menempatkan Tuhan sebagai poros kehidupan. Termasuk dalam pemikirannya ini, bahwa semua yang ada di alam bertumpu pada Tuhan. Semua ada karena Tuhan menginginkannya ada.

Selain itu Kahlil Gibran berpikiran bahwa untuk menemukan Tuhan manusia juga harus melihat ciptaan-ciptaan Tuhan. Dalam ciptaan Tuhan itu akan ditemukan kemaha kuasaan Tuhan. Dalam perenungan terhadap alam maka akan bermuara pada kebesaran Tuhan.

“Jika kalian ingin menyaksikan Tuhan maka jangan pernah mengatakan atau menilai sesuatu, sebelum kalian melihat ke sekitarmu karena di situ kalian akan menyaksikan Tuhan sedang bermain bersama anak-anak kalian. Dan kalian lihatlah juga ke angkasa raya, karena Ia bersemayam di antara mega-mega, mengulurkan tangan-Nya dalam kilat yang membahana, lalu turun bersama hujan yang membasuh wajah dunia. Kalian akan melihat-Nya dalam setiap senyuman bunga, lalu membubung tinggi sambil melambaikan tangan-Nya menyalamimu dari puncak pohon cemara. (Gibran, 1999:87)”

Selain terhadap alam, Gibran juga menyihir manusia dengan cinta untuk melihat keagungan Tuhan. Dengan cinta kehidupan akan damai, terbebas dari keangkaran murkaan. Maka manusia yang bebas dari angkara murkalah yang bisa menemukan Tuhan. Karena cinta manusia akan meninggalkan apa saja, karena cinta manusia akan manghadapi segala tantangan yang menghalangi menuju yang dicintainya.

“Cinta membimbingku mendekati- Mu, namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cintaku, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengar Mu, kekasihku, aku mendnegar panggilanMu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayapMu.(Gibran, 1999:72)”

Dari pembicaraan singkat ini, tentu belum akan memuaskan keingin tahuan kita terhadap warna religius dalam karya Kahlil Gibran. Memang membicarakan Kahlil Gibran tidak cukup waktu satu jam atau dua jam, tidak akan cukup empat lembar atau lima lembar kertas kwarto, tapi membicarakan Kahlil Gibran dan karyanya mungkin akan menghabiskan berlipat-lipat waktu dari umurnya dan berlipat-lipat lebih banyak kertas dari karya-karyanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s