Jejak Luka (Sinopsis)

Standard

Jejak Luka
1 Maret 1908 hitungan tahun di Hindia Belanda, atau 7 Maret dalam hitungan tahun di Nedherland, Komendur Oud Agam L.C. Westenenk melaksanakan ”blasting” (pemungutan pajak) di wilayah Agam, di antaranya untuk pemotongan hewan dua persen, untuk kopi, untuk kulit manis,  dan lain-lain. Laras Kamang G. Dt. Palindih dan pemuka agama Haji Abdul Manan terang-terangan  menolak keinginan Kompeni itu. Bahkan Haji Abdul Manan dan pemuka masyarakat lain berani menerima tantangan Kompeni untuk menyelesaikan dengan perang. Kompeni menurunkan tentara  ke Nagari Kamang untuk memaksa rakyat mematuhi keinginan mereka. Rakyat Kamang pun tak gentar menghadapi  perang yang dikobarkan  Kompeni, walau harus  berpisah  nyawa dari badan. Walau harus berpisah  dari orang-orang yang  mereka kasihi.

Cerita ini merupakan sepotong episode sejarah perang yang melukai hati rakyat Kamang. Cerita dikisahkan oleh oleh tokoh utama Haji Ahmad yang menjadi korban kekejaman Kompeni. Ketika Belanda tidak menemukan Haji Abdul Manan, Belanda menangkap anaknya Haji Ahmad. Selama dalam tahanan Belanda Haji Ahmad menceritakan penderitaannya. Bahkan ketika dipindahkan dari penjara yang satu ke penjara yang lain, hingga dia diasingkan ke Makassar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s