Menunggu Kelahiran Novel Cindaku

Standard
Menunggu Kelahiran Novel Cindaku

Novel Cindaku Cetak

Hari Jumat tanggal 14 Agustus 2015, tepatnya pukul 17. 22 WIB, redaktur Kaki Langit Kencana mengirim di dinding facebook saya bahwa Novel Cindaku akan segera beredar di toko-toko buku di Indonesia. Novel yang pada awalnya saya beri judul “Anak Cindaku Ditikam Rindu” ini akhirnya bisa dijumpai pembaca. Sebagai penulisnya, tentu saya juga menunggu-nunggu kelahiran Novel Cindaku ini, berbagai rasa bergejolak seperti halnya pada masa kanak-kanak dulu menunggu lebaran datang. Malamnya mata tidak mau dipejamkan untuk tidur, pikiran resah, jiwa tak tenang karena esoknya kita tidak akan bangun sahur lagi, esoknya akan bangun pagi-pagi sekali, memakai baju baru dan tentu juga sepatu baru. Begitulah kira-kira rasanya menunggu kelahiran buku baru.

Begitu rasa yang saya rasakan, namun bukan hanya itu, kelahiran novel ini, tentu juga memberikan kesempatan pada saya untuk memfokuskan pikiran pada karya yang lainnya. Alhamdulillah, selama beberapa bulan ini saya sudah merampungkan draf novel terbaru saya. Judulnya? eit…, tunggu dulu, saya sudah mengirimnya ke salah satu penerbit terkenal di Jakarta, berpengalaman pada tiga novel sebelumnya, dimana judul yang saya beri untuk novel saya sering tidak dipakai penerbit, oleh sebab itu, kali ini saya tidak akan menyampaikan judul novel terbaru saya ini. Biarlah nanti setelah ada kesepakatan dengan penerbit tentang judul novel, baru disampaikan kepada pembaca judul “adik” Novel Cindaku ini.

Azwar  Kuliah Jurnalistik

Kembali ke Novel Cindaku ini, persisnya menunggu kelahiran Novel Cindaku ini, tentu sesuatu yang sangat penting bagi saya. Sebelum ia benar-benar lahir, terus terang saja, saya masih tidak bisa untuk tidak memikirkannya. Perjuangan yang berat ini saya alami selama beberapa bulan disaat menulis adik novel ini. Saya sudah berniat menyimpannya dalam-dalam, tapi membutuhkan kekuatan yang besar untuk benar-benar melupakan Novel Cindaku ini di saat menulis novel baru. Hingga akhirnya sampai pada proses pengiriman novel terbaru ke penerbit, saya kembali kepada draf novel yang akan segera terbit ini.

Mudah-mudahan dengan terbitnya Novel Cindaku ini, saya bisa menyerahkannya pada pembaca. Baik atau buruk penilaian pembaca, tentu itu hak pembaca yang menilainya. Tugas saya sudah sampai pada mengantarkannya hingga ke penerbit. Harapan saya tentunya ke depan saya bisa menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas dibandingkan karya-karya terdahulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s