Monthly Archives: January 2016

Di Manakah “Sastra Dunia” | Nirwan Dewanto

Standard
Di Manakah “Sastra Dunia” | Nirwan Dewanto

Kurang lebih empat dasawarsa lalu, kritikus sastra H.B Jassin berkata bahwa sastra Indonesia adalah warga sastra dunia. Di zaman “globalisasi” sekarang, tampaknya pernyataan Jassin itu benar dalam satu hal: kita memang berupaya menjadikan sastra dunia sebagai milik kita, menjadikannya bagian dari kehidupan sastra Indonesia mutakhir.

Read the rest of this entry

Siasat Katulistiwa | Nirwan Dewanto

Standard
Siasat Katulistiwa | Nirwan Dewanto

Biennale seni rupa sesungguhnya adalah bagian paling hilir dari seluruh jaringan pelembagaan seni rupa di sebuah kota atau sebuah negeri. Salah satu mata rantai pelembagaan yang mantap itu adalah museum seni rupa dengan koleksi dan kurasi yang terpercaya, yang membuat publik datang kepadanya untuk menghayati khazanah seni rupa nasional.

Read the rest of this entry

Kesenian Indonesia dari Kongres ke Kongres

Standard
Kesenian Indonesia dari Kongres ke Kongres

Dialektika kehidupan, membuat manusia harus berdialog. Berinteraksi, Bersinergi. Pun pada perilaku para pelaku seni, dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan seni. Tentu termasuk yang berhubungan dengan kebijakan kehidupan berkesenian dari aparat pemerintah. Atau dari birokrat seni yang bertugas sebagai fasilitator.

Read the rest of this entry