Hari Puisi Indonesia 2016

Standard
Hari Puisi Indonesia 2016

Rangkaian Hari Puisi Indonesia 2016 berlangsung sejak kemarin tanggal 11 Oktober 2016. Acara tersebut dilaksanakan di pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara dimeriahkan oleh  200 penampil pembacaan puisi oleh penyair-penyair yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. ”Ada yang hadir dari Aceh, Riau, Samarinda, Bandung, Banten, dan lain-lain,” jelas Asrisal Nur, Ketua Panitia Hari Puisi Indonesia 2016.

13921051_1049786605115065_8435321734994432412_n

Lebih jauh Asrizal menyampaikan bahwa kehadiran para penyair tersebut menunjukkan betapa puisi sama sekali bukan sekadar deret kata indah dengan makna-makna canggih di belakangnya. Akan tetapi puisi lebih dari sekadar kata-kata. Ia bisa menggerakkan dan menyatukan. Lewat puisi para penyair memuliakan kebhinekaan Indonesia.

Hal senada disampaikan oleh Rida K. Liamsi, salah satu inisiator Hari Puisi Indonesia. Rida K. Liamsi yang merupakan tokoh Riau ini mengatakan bahwa tahun ini Peringatan Hari Puisi Indonesia dipusatkan di Jakarta ”Selama ini di sejumlah daerah penyair memperingatinya dengan cara masing-masing. Puncak peringatan Hari Puisi Indonesia diadakan di Jakarta.”

Pada puncak acara Hari Puisi Indonesia tersebut diluncurkan buku antologi puisi tertebal di Indonesia berjudul Matahari Cinta Samudra Kata. Hal yang menarik dari buku antologi puisi tersebut adalah, penulisnya tidak hanya para penyair dari seluruh Indonesia, tetapi juga puisi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012. Deklarasi itu dihadiri oleh sekitar 40 penyair yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tiap daerah memperingati sendiri-sendiri hari puisi tiap 26 Juli, yang merupakan hari kelahiran Penyair Chairil Anwar.

Dalam acara tersebut juga hadir sejumlah tokoh antara lain adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, penyair Sutardji Calzoum Bachri, KH Mustofa Bisri, Nissa Rengganis, Duta Besar Tunisia Mourad Belhassen, Dubes RI di Azernaijan Husnan Bey Fananie, dan Joanna Azzi dari Kedutaan Besar Lebanon.

Selain membaca puisi, puncak Hari Puisi Indonesia diisi pidato kebudayaan oleh sastrawan Rida K Liamsi dan pengumuman pemenang Sayembara Buku Puisi berhadiah total Rp 100 juta dari INDOPOS. Pada kesempatan yang sama, diluncurkan pula antologi puisi pilihan halaman Hari Puisi Indopos berjudul Yang Tampil Beda Setelah Chairil.

Tahun ini, ada 245 judul buku puisi yang bertarung memperebutkan Anugerah Hari Puisi Indonesia dari 255 judul yang masuk. Sebanyak judul buku tidak lolos persyaratan untuk masuk penjurian. Jumlah pengirim buku untuk sayembara ini melonjak dratis dibandingkan tahun lalu yang hanya 111 judul buku puisi. Dewan juri sayembara ini terdiri dari Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi W.M dan Maman S. Mahayana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s