PNP Seminar Menulis untuk Peradaban

Standard
PNP Seminar Menulis untuk Peradaban

Politeknik Negeri Padang (PNP) mengadakan seminar nasional tentang kepenulisan bertema “Seribu Pena”, pada hari Sabtu 15 Oktober 2016. Acara yang rencananya bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Politeknik Negeri Padang (PNP) tersebut menghadirkan Redaktur Harian Singgalang, A.R. Rizal dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Azwar Sutan Malaka.

menulis-untuk-keadaban

“Acara tersebut rencannya diadakan akhir September yang lalu, namun karena ada acara lain, acara seminar nasional ini terpaksa diundur tanggal 15 Oktober 2016,” terang Robi Muhammad Ilham, salah satu panitia acara Seminar Nasional tersebut.

Sementara itu Wakil Direktur II Politeknik Negeri Padang (PNP), Anton, ST., MT. dalam kata sambutannya mengatakan bahwa acara yang diadakan mahasiswa PNP tersebut sangat bermanfaat bagi pengembangan kreativitas mahasiswa.

“Acara ini untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis, oleh sebab itu selesai acara ini diharapkan banyak mahasiswa PNP yang bisa berkarya dengan menulis,” jelas Anton, ST., MT. di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Sementara itu A.R. Rizal, pembicara dalam seminar itu menyampaikan bahwa menulis tidak memiliki teori. “Menulis itu tidak ada teorinya, jadi kalau ingin menulis ya…, menulis saja apa yang dirasakan dan apa yang dialami. Tulislah hal-hal yang dekat dengan diri Anda, jangan menulis yang berat-berat karena menulis itu sudah merupakan kerja berat,” jelas Redaktur Budaya di Harian Singgalan itu.

A.R. Rizal menekankan bahwa menulis itu pada dasarnya adalah bagaimana menciptakan narasi-narasi, kemudian apapun jenis tulisannya itu adalah narasi yang diberi nilai. Seperti nilai-nilai aktualitas, faktualitas, keunikan, romantika, tragedi, nilai keuntungan, kedekatan, keluarbiasaan dan konflik.

Azwar Sutan Malaka, penulis yang juga merupakan Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menyampaikan bahwa menulis adalah kerja keadaban, walaupun kelihatannya menulis itu hal sepele, sebenarnya tulisan itu bisa berdampak besar terhadap masyarakat.

“Menulis bisa mengubah orang menjadi baik, menulis bisa membangun masyarakat dan menulis dapat mempengaruhi kehidupan sebuah bangsa, oleh sebab itu menulis itu adalah kerja keadaban yang tidak akan dilupakan sejarah,” jelas penulis Novel Cindaku itu.

Lebih jauh Azwar menyampaikan bahwa orang-orang baik biasanya akan menghasilkan karya-karya yang baik, oleh sebab itu sudah sepantasnya kita mendorong orang-orang baik untuk berkarya. Dengan banyaknya orang-orang baik yang menulis, maka banyak tulisan-tulisan baik yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s