10 Tokoh Peraih Yayasan Pusako Minang Award

Standard
10 Tokoh Peraih Yayasan Pusako Minang Award

Sepuluh orang tokoh, budayawan dan seniman di Minangkabau, dianugerahi penghargaan kebudayaan oleh Yayasan Pusako Minangkabau, pada hari Selasa, tanggal 25 Oktober 2016. Tokoh-tokoh tersebut dinilai berjasa bagi pembangunan kebudayaan Minangkabau. Yayasan Pusako Minang mengangkat sebuah acara bertema “Mengingat Sejarah, Menjaga Pusako.”

pusako-minang

AMRAN NUR adalah mantan Wali Kota Sawahlunto sejak tahun 2003 hingga 2013. Ia dikenal atas prestasinya dalam menghidupkan kembali Sawahlunto yang hampir mati sejak kegiatan pertambangan dihentikan. Ia menjadikan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata tambang yang berbudaya. Termasuk menghidupkan seni dan budaya tradisi masyarakat Sawahlunto melalui berbagai kegiatan.

 

AMIR M.S. adalah penulis buku tentang budaya Minangkabau. Banyak buku-buku tentang adat dan budaya Minangkabau yang ditulis Amir M.S, dijadikan sebagai rujukan bagi orang-orang yang ingin mempelajari Minangkabau. Di antara buku-buku yang ditulis Amir M.S, yaitu, Tonggak Tuo Budaya Minang (1987), Adat Minangkabau: Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang (1997), Tanya Jawab Adat Minangkabau: Hubungan Mamak Rumah dan Sumando (2003), dan Masyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah (2007).

ERISON J. KAMBARI adalah seorang fotografer Indonesia asal Kurai Bukittinggi, Sumatera Barat, yang banyak membagikan karya-karyanya di blog dan media sosial seperti facebook dan instagram. Lanskap Minangkabau dan sisi humanisnya menjadi bidikan lensa Erison, yang sebelumnya menggeluti dunia seni lukis kanvas dan pensil.

 

ISLAMIDAR yang akrab disapa Tuen adalah maestro musik tradisi Minangkabau. Tuen lahir pada 16 Juli 1941 di Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tuen dikenal sebagai pewaris dan penjaga salah satu musik tradisi Minangkabau, sampelong. Saking melekatnya dengan musik tradisi tersebut, sejarah hidup Tuen identik dengan perkembangan sampelong itu sendiri.

 

MUSRA DARIZAL KATIK JO MANGKUTO, yang akrab disapa Mak Katik adalah seniman yang banyak bertutur tentang Minangkabau melalui budaya lisan. Mak Katik pernah diundang untuk mengajar tentang budaya Minangkabau di University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia. Selain itu, juga mengajar di Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang.

SULASTRI ANDRAS, dikenal dengan panggilan Bu Cun, adalah pensiunan guru yang mendedikasikan hidupnya untuk kesenian Minangkabau melalui CV. Satampang Baniah. Selain itu, perempuan yang lahir di Agam tanggal 19 Januari 1953 ini, pernah sebagai Pengurus Bundo Kanduang Sumatera Barat selama 2 periode.

 

SYAHRUL TARUN YUSUF adalah musisi Indonesia asal Sumatera Barat yang dikenal sebagai pencipta lirik lagu-lagu pop Minang legendaris. Lebih dari 300 judul lagu yang tercipta dari imajinasi pria kelahiran Balingka, Agam, 12 Maret 1942 ini, sejak ia mulai berkarya pada tahun 1960-an. Karya-karya Syahrul banyak dibawakan dan membesarkan penyanyi-penyanyi Minang, seperti Elly Kasim, Tiar Ramon, Yan Bastian, Lily Syarif, Nurseha dan beberapa penyanyi Minang lainnya.

 

YUS DATUAK PARPATIAH adalah budayawan yang dikenal masyarakat Sumatera Barat melalui rekaman petuah adat, drama, komedi dan monolog di kaset. Sejak 1980 hingga 2015, ia sudah menghasilkan 130 judul karya. Antara lain, Di Simpang Duo, Maniti Buiah, dan Kasiah tak Sampai yang berbentuk drama, Rapek Mancik dan Bakaruak Arang yang merupakan karya komedi, Pitaruah Ayah, Baringin Bonsai, Diskusi Adat, Panitahan Baralek, Kepribadian Minang, serta Pitaruah Pangulu yang berbentuk petuah adat dan juga dua film yang diproduksi TVRI. Dalam decade 1980an hinggga 1990an, karya-karya Yus Datuak Parpatiah beredar dalam bentuk kaset di bawah label Balerong Grup Jakarta.

 

YUSRIZAL KW, lahir 2 November 1969, saat ini di Indonesia, lebih dikenal sebagai aktivis literasi. Pergerakannya di dunia sosial, terutama gerakan membaca dan menulis, sejak tahun 2000-an, telah diganjar tiga penghargaan, antara lain Anugerah Sastra dari Balai Bahasa, Pin Emas dari Walikota Padang serta Anugerah Literasi MInangkabau dari Gubernur Sumatera Barat.

Sumber: valora.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s