Esai-Esai Terpilih Tentang Sastra

Standard
Esai-Esai Terpilih Tentang Sastra

Judul               : Membaca Sastra Membaca Dunia

Penulis             : Azwar, S.S., M.Si.

Penerbit           : Basa Basi

Tahun Terbit    : Desember 2016

Harga              : Rp. 50.000

Buku Membaca Sastra Membaca Dunia merupakan kumpulan esai tentang sastra. Buku ini berisi esai-esai terpilih tentang sastra yang ditulis oleh Azwar antara tahun 2001 sampai dengan 2013. Sebagaimana yang ditulis dalam kata pengantar buku ini, penulis menyatakan bahwa tulisan dalam buku ini sudah diterbitkan di berbagai media seperti Harian Singgalang, Harian Padang Ekspres, Kolom Kritik Sastra Majalah Sabili dan lain sebagainya.

Kehadiran buku ini dilatar belakangi bahwa saat ini buku-buku tentang kritik sastra sangat langka, apalagi kritik sastra yang ditulis dengan sederhana (kritik sastra populer). Kelangkaan kritik sastra populer itu dapat dilihat ketika di kelas-kelas mata kuliah Bahasa Indonesia, mahasiswa sangat susah mencari contoh kritik sastra itu. Akhirnya mereka hanya mencari tulisan-tulisan yang terserak di berbagai media online sebagai panduan bagi mereka untuk belajar menulis kritik sastra.

Penulis buku ini memahami kenapa buku tentang kritik sastra itu langka. Bukan rahasia lagi jika penerbit enggan menerbitkan buku-buku yang menurut mereka tidak layak jual. Tapi untungnya, ada satu dua penerbit yang mau menerbitkan buku kritik sastra, salah satunya penerbit baru BasaBasi yang merupakan sebuah lini baru penerbit Diva Press Jogjakarta. Semoga saja ikhtiar penerbit ini untuk menerbitkan buku-buku kritik sastra diterima oleh pembaca karya sastra Indonesia. Sebagai bacaan yang bisa digunakan untuk memahami karya sastra dan pengarangnya.

Buku Membaca Sastra Membaca Dunia berisi telaahan terhadap karya sastra dari berbagai dunia. Mulai karya-karya lama yang berasal dari Minangkabau semisal kaba (karya fiksi Minangkabau), syair-syair, cerita pendek, puisi dan tentu saja novel-novel dari berbagai belahan dunia.

Salah satu tulisan menarik dari buku ini adalah tentang “Sastra yang Memihak” yang merupakan analisis atas karya-karya penulis besar dunia, Pramoedya Ananta Toer. Dalam tulisan tersebut, Azwar menuliskan “tulisan ini tak bermaksud mengukuhkan pemikiran Lenin tentang tendezliteratur (sastra yang berpihak). Akan tetapi tulisan ini untuk membuktikan bahwa karya sastra semestinya memiliki misi untuk mencerahkan manusia.” Lebih jauh Azwar menulis bahwa tulisan ini akan menunjukkan sebuah contoh karya yang ketika karya itu berpihak kepada masyarakat ternyata karya tersebut menjadi sebuah karya agung.

Dalam buku tersebut Azwar juga menulis bahwa Tetralogi Buru (The Buru Quartet) karya Pramoedya Ananta Toer (PAT) yang masing-masing berjudul; Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca ini menceritakan perjuangan Minke, Annelies dan Sanikem atau Nyai Ontosoroh orang-orang pribumi dalam menentang penindasan manusia. Mereka adalah orang-orang yang berjuang agar manusia bisa memanusiakan manusia lainnya. Dalam kisah yang mendunia ini sangat jelas keberpihakan pengarang kepada tokoh-tokoh tertindas pada zamannya.

Tulisan-tulisan ini cukup berani memberi telaahan terhadap karya sastra. Buku ini berisi kritikan tajam terhadap berbagai kondisi kesusastraan dewasa ini. Oleh sebab itu buku ini layak untuk dibaca oleh para pecinta karya sastra Indonesia, untuk memperkaya wawasan tentang sastra dan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s