(Re)konstruksi Kepahlawanan

Standard
(Re)konstruksi Kepahlawanan

PADA periode pra-Kolonial, ketika Nusantara ini masih terkotak dalam otoritas para raja dan jarak sosial antara elite keraton yang menjadi semacam sentral sosio-kultural dengan kawula rakyat yang lebih menyerupai satelit tunduk pada hukum ’kosmik’ bernama kepatuhan, kita membaca kisah heroik para raja sekaligus mitos, legenda, dan hikayat tentang mereka sebagai pemegang Wahyu Cakraningrat.

Read the rest of this entry

Advertisements

Lomba Foto Teluk Bayur

Standard
Lomba Foto Teluk Bayur

 

TEKNIS PENDAFTARAN
1. TEMPAT TERBATAS DAN PANITIA TIDAK MENERIMA PENDAFTARAN ON THE SPOT. Pendaftaran hanya dilakukan via SMS atau AplikasiWhatsApp (WA) sebelum Photo Hunting Competition dilaksanakan.

2. Pada hari pelaksanaan Photo Hunting Competition, peserta diwajibkan melakukan pendaftaranulang pada booth yang telah disiapkan untuk membayar uang registrasi sebesar Rp 20.000,- dan mendapatkan atribut peserta, undian spot foto, kaosdan snack. Format pendaftaran peserta adalah sbb :

Read the rest of this entry

Membaca Sastra Membaca Dunia

Standard
Membaca Sastra Membaca Dunia

img_20161102_174449

Buku ini adalah esai-esai terpilih tentang sastra yang saya tulis antara tahun 2001 sampai dengan 2013. Tulisan ini sudah diterbitkan di berbagai media seperti Harian Singgalang, Harian Padang Ekspres, Kolom Kritik Sastra Majalah Sabili dan lain sebagainya. Saya menyadari bahwa buku-buku tentang kritik sastra sangat langka, apalagi kritik sastra yang ditulis dengan sederhana (kritik sastra populer). Read the rest of this entry

Pernyataan Sikap PBNU atas Aksi 4 November 2016

Standard
Pernyataan Sikap PBNU atas Aksi 4 November 2016

ribuan-massa-ormas-islam

Sumber gambar: Republika Online/Yasin Habibi

Beberapa tokoh  dari berbagai organisasi Islam menyerukan kepada umat Islam untuk hadir dalam aksi Sejuta Umat pada 4 November 2016, yang akan dimulai di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat menuju Istana Negara. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka mendesak Pemerintah untuk memberikan hukuman kepada Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) atas sikapnya yang dianggap melecehkan agama Islam.

Read the rest of this entry

Memaknai 88 Tahun Sumpah Pemuda

Standard
Memaknai 88 Tahun Sumpah Pemuda

“…kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Sepotong kalimat pembuka tulisan ini adalah salah satu dari tiga point rumusan Sumpah Pemuda yang dirumuskan dalam Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pernyataan itu bukan tidak memiliki konsekuensi bagi seluruh rakyat Indonesia. Akibat yang nyata dari sumpah yang menyatakan bahwa putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia adalah bagaimana putra-putri Indonesia harus rela berbahasa Indonesia di saat bahasa Belanda menjadi bahasa yang menunjukkan tingginya derajat pemakainya saat itu. Read the rest of this entry

Pak Dulah

Standard
Pak Dulah

Pak Dulah. Sebenarnya nama aslinya adalah Sucipto. Tetapi semenjak bergabung dengan Partai Padi Bulan dia memakai nama hijrah Abdullah dan orang-orang sering memanggilnya Pak Dullah. Tentang pergantian nama itu, Sucipto mengatakan, namanya tidak cocok dengan partai barunya. Makanya kepada salah seorang pengurus pusat partainya dia minta saran nama apa yang bagus untuknya.Setelah menerima masukan dan pertimbangan yang matang akhirnya Sucipto mengganti namanya dengan Abdullah.

Read the rest of this entry